BERITA PERISTIWA

Viral Foto Pencurian Di Museum Sulawesi Tenggara

Viral Foto Pencurian Di Museum Sulawesi Tenggara

Berita Viral Viral Foto Pencurian Di Museum Sulawesi Tenggara Baru-baru ini, warganet di media sosial Twitter dihebohkan dengan kabar pencurian benda bersejarah yang terjadi di Museum Negeri Sulawesi Tenggara. Daftar Togel Online

Kabar tersebut diunggah oleh akun @potretlawas pada Rabu (27/1/2021) pukul 06.57 WIB, beserta sejumlah foto yang memperlihatkan kondisi rak penyimpanan museum pasca-kejadian pencurian.

Baca Juga : Vaksin Moderna Tampa Mampu Melawan Varian Baru Corona

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa dua rak yang mulanya penuh aneka artefak logam telah kosong melompong.

Ruang penyimpanan museum juga disebut hanya digembok, tanpa penjaga dan kamera pengawas (CCTV).

Pencurian terjadi selasa malam

Rabu (27/1/2021), Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Dody Syahrulsyah membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.

Ratusan koleksi yang disimpan di Museum Sulawesi Tenggara, yang beralamat di Jalan Abunawas, Kota Kendari, itu raib dicuri maling pada Selasa (26/1/2021) malam.

“Pelaku pencurian diperkirakan masuk melalui pintu samping belakang gedung koleksi yang tidak terpantau dengan CCTV,” ujar Dody.

Baca Juga ; Demi Konten Tega Lempar Kucing Dari Puncak

Dia menyebutkan, beberapa benda bersejarah yang hilang merupakan jenis logam, seperti ceret, keris, pedang peninggalan Jepang, gong kecil, dan baju adat.

Dody mengatakan, setelah kejadian itu, pihaknya telah melapor ke polisi untuk segera melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tidak ada CCTV dan SATPAM

Rabu (27/1/2021), Kepala Polsek Baruga Ajun Komisaris I Gusti Komang Sulastra mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut

Polisi mengaku kesulitan karena museum tidak memiliki kamera pengawas (CCTV). Museum itu juga tidak dijaga satpam.

“Tapi, kami masih mencari CCTV dari rumah atau perkantoran yang ada di sekitar museum. Jika ada, barangkali bisa dilacak dari situ (pelakunya). Kami juga telah meminta keterangan pihak museum terkait peristiwa ini dan barang yang diduga hilang,” kata Sulastra.

Terkait kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam museum dalam peristiwa ini, Sulastra mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Semua kemungkinan akan diselidiki, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam. Setahu saya ini bukan kejadian yang pertama. Tahun lalu juga pernah dilaporkan,” ujar Sulastra.

Lokasi Pencurian Tidak lazim

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio mengaku heran mengapa pencuri bisa menyasar gudang penyimpanan yang sebagian besar berisi barang asli.

Menurut Asrun, sebagian barang yang ada di gudang penyimpanan adalah barang asli karena yang dipajang di ruang museum adalah duplikat.

Menurut dia, pencuri pada umumnya pasti akan menyasar ruang pajang dalam museum.

“Pencuri mengambil barang yang terbuat dari kuningan dan perak. Mungkin kuningan itu dikira emas. Namun, ini bukan soal terbuat dari apa, tapi nilai kesejarahannya. Di gudang juga terdapat guci-guci berusia ratusan tahun,” kata Asrun. Asrun menambahkan, sejumlah barang juga ditemukan tercecer di sekitar gudang.

Diduga, pencuri kewalahan membawa semua barang, apalagi yang berukuran besar sehingga sebagian terjatuh. Barang-barang yang tercecer ini sudah diamankan.

Untuk mencegah adanya upaya menjual barang antik ini kepada masyarakat, terutama kolektor, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra serta museum telah mengeluarkan pengumuman terkait hilangnya sejumlah barang antik tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *